
Demo Mahasiswa di Polda Metro Jaya Ricuh, Serangan Petasan Jadi Pemicu
Demo mahasiswa di Polda Metro Jaya berubah ricuh setelah serangan petasan menjadi pemicu utama. Aksi unjuk rasa yang awalnya berlangsung damai tiba-tiba memanas karena ledakan petasan yang dilemparkan ke arah aparat keamanan.
Kericuhan ini terjadi saat para mahasiswa menuntut sejumlah agenda penting di depan gedung Polda Metro Jaya. Namun, suasana menjadi tidak terkendali setelah serangan petasan memancing reaksi keras dari polisi.
Kronologi Kericuhan Saat Demo
Pada awalnya, demo mahasiswa berjalan tertib dengan orasi dan spanduk tuntutan. Namun, situasi berubah saat beberapa oknum melempar petasan ke arah barisan polisi. Ledakan petasan ini langsung memicu kepanikan dan aksi balasan dari aparat.
Polisi pun merespons dengan tindakan tegas untuk mengendalikan massa. Terjadi dorong-mendorong dan beberapa mahasiswa memilih mundur dari lokasi. Petugas juga sempat menggunakan water cannon dan gas air mata untuk membubarkan kerumunan.
baca juga : UVM Raih Gelar Juara Sepak Bola NCAA dengan Kemenangan Bersejarah
Dampak dan Tindakan Selanjutnya
Kericuhan ini menyebabkan beberapa mahasiswa mengalami luka ringan dan berhamburan menjauh dari lokasi demo. Sementara itu, aparat keamanan berusaha menenangkan suasana dan mengamankan area agar tidak semakin ricuh.
Polda Metro Jaya menyatakan akan melakukan penyelidikan mendalam terkait pihak-pihak yang membawa dan melempar petasan. Mereka menegaskan akan menindak tegas pelaku yang memprovokasi kekacauan dalam aksi damai.
Harapan untuk Demo Damai ke Depan
Meskipun terjadi kericuhan, pihak mahasiswa tetap menegaskan pentingnya menyampaikan aspirasi secara damai dan konstruktif. Semua pihak diharapkan dapat menjaga ketertiban demi kelancaran proses demokrasi.
Demo mahasiswa di Polda Metro Jaya menjadi pengingat bahwa aksi unjuk rasa harus berjalan dengan tertib agar tujuan utama dapat tercapai tanpa kerugian bagi semua pihak.
baca juga : UVM Raih Gelar Juara Sepak Bola NCAA dengan Kemenangan Bersejarah